Faktanya, Gaya Hidup Sehat Bergantung pada Lingkungan

on Jumat 31 January 2020 pukul 06:23:21 WIB

Komunitas di mana kita tinggal dan bersosialisasi merefleksikan diri kita pribadi, termasuk kondisi kesehatan yang mungkin kita alami. Karena bagaimana kita berperilaku tak bisa lepas dari pengaruh lingkungan sekitar.

Pun dalam hal kesehatan. Mempersiapkan komunitas peduli hidup sehat seperti pola makan seimbang dan aktif bergerak merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas kesehatan serta mencegah penyebaran berbagai penyakit.

Pentingnya peran komunitas dalam membiasakan pola hidup sehat ditegaskan Roby Muhamad PH.D, Sosiolog Universitas Indonesia. Menurut Roby, dalam sebuah pengambilan keputusan, termasuk penerapan pola hidup sehat, individu sangat dipengaruhi oleh microenvironment di mana ia berada dan bergaul.

Seperti keluarga, sekolah, tempat kerja, dan tempat tinggal. Karakter yang terbentuk pada microenvironment ini dipengaruhi pula oleh macroenvironment berupa sistem edukasi, kebijakan pemerintah, perkembangan industri, teknologi, dan lain-lain.

“Riset para ilmuwan menunjukkan komunitas berperan sebagai pemantik semangat dan pengadopsian gaya hidup dan perilaku sehat di tengah masyarakat. Akan sangat sulit terapkan pola hidup sehat ketika berada di lingkungan yang tak sehat. Karenanya komitmen yang dilakukan bersama komunitas menjadi cara efektif dalam proses menanamkan kebiasaan gaya hidup sehat,” ujar Roby dalam acara jumpa pers bertajuk Gandeng Komunitas Sebagai Motor Penggerak Membangun Generasi Lebih Sehat yang diadakan oleh Sun Life Financial Indonesia.

Generasi muda tampaknya mulai menyadari akan pentingnya komunitas yang menularkan semangat hidup sehat bagi anggotanya. Salah satu contohnya adalah komunitas Sobat Diabet. Komunitas ini muncul sebagai bentuk keprihatinan atas meningkatnya jumlah anak muda yang terkena diabetes.

“Karakteristik penderita diabetes telah berubah. Jika dulu diabetes identik dengan penyakit orang tua, kini diabetes banyak ditemui pada orang dengan usia lebih muda,” ujar dr. Rudy Kurniawan , pendiri Sobat Diabet.

Secara global, data WHO menunjukkan jumlah penyandang diabetes pada usia di atas 18 tahun terus meningkat dari 4,7% menjadi 8,5%. Sementara itu, data Kementrian Kesehatan menyebutkan bahwa secara nasional prevalensi diabetes pada usia di atas 15 tahun berada di angka 10,9% pada tahun 2018.

“Inilah mengapa aktivitas yang kami jalani banyak berfokus pada upaya preventif dengan cara mengajak generasi muda di Indonesia untuk bisa berpartisipasi aktif mendorong diri sendiri, keluarga, dan sahabat di sekitar untuk bersama-sama hidup sehat agar terhindar dari diabetes,” kata dr. Rudy.

Melibatkan komunitas dalam menyebarkan virus hidup sehat menjadi langkah penting yang tak hanya berimplikasi pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Tetapi juga membangun generasi muda yang sehat hingga dapat berperan positif bagi pembangunan bangsa. 

Sumber: www.femina.com


LEAVE A REPLY

0 COMMENTS